Oleh: ilowirawan | Juli 10, 2017

TOT Risnakes 2017

Menjelang dilaksanakannya kegiatan pengumpulan data pada Riset Tenaga Kesehatan (Risnakes) tahun 2017 maka mulai tanggal 10-16 Juli 2017 ini saya mengikuti kegiatan Workshop Training of Trainer (TOT). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Penelitin dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI ini digelar di Hotel Harris Sumarecon dan Hotel Horison Bekasi.  Kegiatan yang melibatkan seluruh peserta yang berasal dari seluruh Provinsi di wilayah Indonesia sengaja menggunakan tempat di dua hotel sekaligus mengingat begitu banyaknya peserta TOT yaitu lebih dari 700 orang. Untuk peserta yang berasal dari Provinsi NTB sendiri menempati Hotel Horison dan di hotel ini terdapat sebanyak 206 peserta.

Seluruh Penanggung Jawab Teknis (PJT) yang berasal dari 10 Kab/Kota di Provinsi NTB berangkat ke Jakarta dengan  menggunakan  pesawat Garuda. Mereka yang menjadi PJT di Pulau Lombok adalah Susilo Wirawan, SKM, MPH (Mataram), H Moh Arip, SKp, M.Kes (Lobar), Syahrir Ramadan, S.Kep, NS (KLU), Mardiansyah, SST (Loteng) dan Irianto, SKM, M.Kes (10).

Sedangkan PJT untuk wilayah P. Sumbawa adalah Ida bagus Putra Wijaya SKM, MPH (KSB), Lalu Madahan, SKM, MPH (Sumbawa), dr. Anom Josafat, MPH (Dompu), Bq. Aprina Rohmawiyanti, SKM (Kota Bima) dan Nurkasna Wahyuni, S.Farm, Apt, MARS (Kab Bima). Total jumlah peserta yang akan menjadi peserta workshop di hotel bintang 4 tersebut adalah sebanyak 206 PJTKab/Kota. Secara Nasional Jumlah seluruh  provinsi adalah 33 dengan 497 Kabupaten/Kota.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Ka. Badan Litbangkes yang dalam hal ini diwakili oleh Kapus Humaniora dan Administrasi Kesehatan (DR. Dede Anwar Musadad, SKM, M.Kes). Pada saat pemukaan ini disampaikan pula materi tentang Konsep Dasar dan Metode Penelitian Risnakes 2017 oleh Ketua Tim Manajemen Risnakes (DR. dr. Harimat, M.Kes).  

Seusai pembukaan ada pertemuan singkat bersama dengan mantan PJT Prov. NTB (Ibu Ristrini, M.Kes) yang menyampaikan berbagai hal terkait dengan pelaksanaan Risnakes di NTB. Diiringi gelak canda ria mantan PJT Prov NTB yang telah lebih dari 10 tahun mengelola NTB ini (kami menyebutnya Gubernur NTB…hee…hee) berpesan kepada kita untuk tetap menjaga soliditas dan kekompakan. Tak lupa ibu peneliti yang sekarang menjadi PJT Prov. Bali ini  untuk selalu menjaga komitmen dan menekankan arti pentingnya menjaga kualitas data bagi  Risnakes 2017 ini.

Selanjutnya materi diisi oleh pemateri lain yang membahas tentang teknik wawancara, etika penelitian, penjelasan kuesioner dan materi lainnya. Mulai hari kedua peserta telah dibagi ke dalam beberapa kelas/ruangan. Untuk NTB sendiri menempati ruang Burangrang 4 dan 5 bersama dengan peserta yang berasal dari provinsi lain yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Utara (Kaltara) dan Sulawesi Tengah (Sulteng). Pada hari kedua ini juga akan dibagikan buku pedoman pengisian kuesioner dan dokumen pengumpulan data Risnakes 2017. Selamat ber … TOT ya kawan-kawan…sukses Risnakes 2017 !

Iklan
Oleh: ilowirawan | Juli 3, 2017

Liburan ke Jakarta

Tidak seperti lebaran pada tahun-tahun sebelumnya kami sekeluarga (Susilo, Irna, Selda dan Daffa) tahun ini merencanakan liburan bersama di Jakarta. Liburan yang diagendakan cukup mendadak ini dimulai lebaran hari ke 2 (Senin 26 Juli 2017) hingga lebaran hari ke 7 (Sabtu, 1 Juli 2017).  Acara  ritual berupa  sungkeman bagi keluarga Susilo Wirawan dilakukan tetap sebagaimana biasa dilanjutkan dengan acara keliling silaturrahmi ke sanak kerabat  pada hari pertama lebaran bersama dengan kakak dan keponakan yang ada di Mataram.

Seusai berlebaran bersama keluarga kami memulai perjalanan dengan menggunakan pesawat Lion Air direct ke Cengkareng Jakarta melalui Bandara International Lombok (BIL) Praya Lombok Tengah. Pukul 08.00 WITA pesawat milik maskapai terbesar di Indonesia tersebut landing di Bandara Soetta. Perjalanan dilanjutkan menuju Bogor untuk menginap di hotel yang ada di kota berjuluk Kota Hujan tersebut. Hotel yang menjadi pilihan kami adalah “Bogor Homestay” yang jaraknya cukup jauh dari terminal Baranangsiang Bogor.

Sesampainya di hotel (check-in) kami menuju obyek wisata pertama yang ada di Bogor yaitu Taman Buah dan Bunga Mekarsari. Di Taman yang didirikan oleh Putri Presiden kedua Indonesia (Soeharto) ini kami menikmati berhektar-hektar kebun buah-buahan dengan menggunakan kereta yang telah disiapkan oleh pengelola bagi pengunjung. Dengan kereta yang disiapkan tanpa dipungut biaya ini kami dibawa menuju tempat wahana air dan arena outbond bagi wisatawan yang berkunjung.

Hari kedua (Selasa 27 Juni 2017) kami check-out dari hotel yang ada di Bogor dan menuju lokasi wisata yang kedua. Lokasi yang dipilih berikutnya adalah Masjid Dian Al Mahri atau lebih dikenal dengan Masjid Kubah Emas yang kami jadikan sebagai bentuk wisata religi. Di masjid yang berada di Depok ini kami menyempatkan diri untuk shalat sunnah dan Shalat Dzhuhur berjamaah bersama para pengunjung (jamaah) lain. Di masjid yang dibangun oleh seorang pengusaha wanita ini konon kubahnya berlapis emas sehingga begitu elok dipandang dari kejauhan. Sungguh karya yang luar biasa dari anak bangsa yang sangat membanggakan khususnya bagi Umat Islam yang ada di Indonesia.

Seusai berkunjung di Masjid Kubah Emas selanjutnya kami meluncur ke Jakarta Pusat untuk mengunjungi obyek wisata berikutnya. Hotel yang dipilih adalah Hotel Farrel yang terletak di Jalan Gunung Sahari 2 Jakarta Pusat. 2 kamar kami memesan tempat karena kami berempat. Kunjungan hari ke 3 adalah wilayah seputar Tugu Monas. Di tugu yang dibangun di era presiden pertama Indonesia ini kami mengantri sangat panjang. Maklumlah…mengingat pada musim liburan ini pengunjung begitu membludak di tugu kebanggaan Indonesia ini.

Setelah kurang lebih 2 jam mengantri akhirnya kami mendapat giliran menaiki lift yang membawa kami ke puncak Monas. Di tugu yang saat ini menjadi icon Jakarta ini kami berswa-foto (selfie) sambil mengamati Jakarta dari puncak ketinggian. Tampak wajah Jakarta membentang yang dapat dipandang dari berbagai sudut. Di bagian bawah Monas ditampilkan pula berbagai diorama perjuangan bangsa Indonesia dari masa awal sejarah hinggga saat ini. Ornamen yang dibuat begitu rumit di bagian bawah dan bagian cawan tugu tersebut membawa kita untuk terus membangun kebersamaan dan bertekat terus menjaga kebhinekaan dari bangsa kita.

Perjalanan sore hari dilanjutkan ke seberang Tugu Monas, tepatnya adalah Masjid Istiqlal Jakarta. Masjid yang menjadi pemersatu Umat Islam di Indonesia ini berebelahan pula denga Gereja Kathedral Jakarta. Ini sekaligus sebagai simbol toleransi antar umat beragama yang sangat terjaga di Indonesia. Walaupun berbeda keyakinan namun untuk menjalankan ibadah dapat saling menghormati dan menghargai tanpa mengganggu satu dengan lainnya. Inilah sebenarnya salah satu contoh yang sangat baik bagi bangsa-bangsa lain khususnya di Timur Tengah yang kurang menghargai perbedaan keyakinan terutama di negara-negara yang dilanda konflik dan peperangan.

Pada hari ke empat di Jakarta, kami berkunjung ke obyek wisata permainan yaitu Dunia Fantasi (Dufan) yang terletak bersebelahan dengan Pantai Ancol Jakarta Utara. Dengan tiket masuk sebesar Rp. 325.000/orang kami menikmati wahana dan permainan yang tersedia di obyek wisata yang dulunya dikenal dengan nama Bina Ria itu. Berbagai wahana permainan tersedia di sini, mulai dari anak-anak sampai dengan wahana yang memacu adrenaline bagi orang dewasa. Di antaranya Biang lala, Kora-Kora, Roller Coaster, Tornado, Histeria dan sebagainya.

Dengan tiket yang seharga itu kita bisa menikmati semua wahana permainan tanpa dipungut lagi biaya apabila telah berada di dalam arena permainan. Tidak berbeda jauh ketika berada di obyek wisata lainnya, untuk mendapatkan giliran menikmati setiap wahana di Dufan sungguh sangat berjubel dengan antrean yang teramat panjang. Di lokasi wisata yang menjadi favorit bagi anak-anak ini cukup banyak waktu yang terbuang gara-gara mengantre pada setiap wahana yang tersedia.

Pada hari kelima kami meneruskan petualangan menuju Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur. Dengan tiket masuk yang sangat murah kita dapat melihat kekayaan budaya bangsa dari seluruh Provinsi di Indonesia. Di sini tersedia juga kereta monorel maupun kereta yang berupa mobil dengan tiket naik hanya Rp. 10.000 sudah dapat mengelilingi seluruh anjungan dengan mendapatkan hak untuk naik 3 kali turun kereta.

Selain anjungan dari seluruh provinsi terdapat pula istana anak-anak, istana hantu, berbagai permainan, dunia air tawar, benteng, dan kepulauan di Indonesia dengan ukuran miniatur. Pengunjung dapat melihatnya dengan jelas melalui udara dengan hanya membeli tiket naik gondola yang berjalan melintasi area TMII. Terdapat pula Theatre Imax “Keong Emas”, Cinema 4 Dimensi dan masih banyak lagi yang lainnya.

Setelah puas berada di TMII yang dibangun pada era Presiden Soeharto tersebut perjalananpun kami lanjutkan menuju Lobang Buaya untuk melihat dari dekat Kekejaman PKI pada masa lalu. Wisata sejarah perjuangan bangsa ini menunjukkan betapa kejamnya Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sejak 1966 tersebut dinyatakan sebagai partai terlarang oleh Tap MPRS. Di sini kita melihat diorama rangkaian peristiwa pengkhianatan PKI dari masa ke masa, mulai dari pemberontakan PKI Muso di Madiun 1948 hingga puncaknya pada 30 September 1965 dengan dibunuhnya beberapa jenderal yang kemudian dianugerahi negara sebagai Pahlawan Revolusi.

Masih terawat dengan baik sumur tempat dibuangnya jasad para Jenderal tersebut serta rumah di mana para pahlawan itu disiksa dengan keji dan kejam. Tak lupa di museum yang terletak tidak jauh dari okasi sumur maut tersebut kita masih dapat melihat beberapa peninggalan dari sang pahlawan di antaranya baju, tanda pangkat, dan alat-alat yang dipergunakan untuk menyiksa para jenderal tersebut. Sebuah lokasi wisata sejarah yang amat menyentuh jiwa dan perasaan. Tentu diharapkan dengan melihat kisah sejarah masa lalu bangsa yang kelam ini kita berharap tidak akan terjadi lagi kejadian serupa di masa yang akan datang.

Hari ke 6 (Sabtu, 1 Juli 2017) atau hari terakhir kami di Jakarta kami sempat berselfie ria di depan istana negara (walaupun hanya di seberang jalan heee…hee….), karena memang daerah tersebut merupakan daerah steril yang tidak semua orang boleh mendekat. Setelah berswa-foto kami mengunjungi kota tua yang berada di Jakarta Utara atau dulunya dikenal sebagai pelabuhan Sunda Kelapa. Di tempat ini ramai dikunjungi wisatawan khususnya wisatawan domestik yang ingin mengenang masa-masa keemasan Jakarta pada masa lalu. Banyak pedagang yang menjual makanan dan pernak-pernik mainan di sini dan disediakan pula orang dengan kostum yang unik dimana diperbolehkan berfoto bersama dengan memberikan uang seikhlasnya.

Seusai berjalan-jalan di Kota Tua kamipun harus meninggakan Kota Jakarta untuk kembali ke Lombok melalui Bandara Soekarno-Hatta kembali. Liburan yang cukup panjang dan melelahkan tapi juga menyenangkan… Alhamdulillah kamipun bersyukur kepada-Mu karena masih dapat menikmati ciptaan-Mu bersama-dengan orang orang tercinta….

 

Oleh: ilowirawan | Desember 22, 2014

Uji Coba LAM PTKes

Ka Prodi

Penyerahan BA dari Prof. Dadang

Dalam rangka menghadapi visitasi yang akan dilakukan oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tnggi Kesehatan (LAM PTKes) sebagai bagian dari BAN PT Dikti maka Tim Asesor LAM PTKes mulai mempersiapkan dan mengembangkan instrumen borang penilaian dan sistem online yang hendak dipergunakan di tahun 2015. Di antara 5 Poltekkes yang terpilih sebagai sampel uji coba satu di antaranya adalah Prodi D III Gizi. Pelaksanaan kegiatan uji coba tim asesor yang jadwalnya dilakukan cukup mendadak ini tak pelak membuat kalang kabut lokasi tempat akan diadakannya uji coba instrumen. Baca Lanjutannya…

Oleh: ilowirawan | April 8, 2014

Pembinaan RIK 2014

herman

Bersama Prof Herman

Dengan diterimanya sebagai peserta yang lolos seleksipada Riset Intervensi Kesehatan 2014 (RIK 2014) maka pada tanggal 1 – 4 April 2014 kemarin saya diundang untuk mempresentasikan hasil proposal Penelitian yang berjudul “KEBERLANJUTAN PEMBERIAN MAKANAN TRADISIONAL OPAK-OPAK DENGAN PENGAYAAN IKAN EKOR KUNING DAN DAUN KELOR SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SELINGAN BERGIZI UNTUK IBU HAMIL KEK DI KABUPATEN LOMBOK UTARA, NTB (TAHAP 1)”. Judul ini merupakan hasil seleksi yang telah dilakukan oleh tim pakar sebanyak 8 orang profesor dari berbagai perguruan tinggi dan dari Litbang Kemenkes RI.

Berdasarkan penilaian para pakar sebagai reviewer dari 144 (143 proposal yang masuk dan 1 terlambat) tahap seleksi I terpilih sebanyak 48 judul dan 95 di antaranya gugur karena bukan penelitian intervensional. Selanjutnya dari 48 judul yang masuk seleksi tahap II 18 judul di antaranya gugur karena walaupun ada intervensi namun intervensi yang dilakukan tidak berdasarkan budaya lokal dan hanya 30 yang terpilih tahap ke selanjutnya. Pada seleksi tahap III terdapat 17 judul yang tidak lolos karena kelayakannya dan hanya menyisakan 13 judul proposal (Silakan klik di sini) yang mengikuti kegiatan pembinaan oleh tim pakar di Hotel Savana Malang. Baca Lanjutannya…

Oleh: ilowirawan | Desember 3, 2013

Pelatihan E-Learning dan SIA

susilo 3Metode pengajaran di dalam PBM tidak saja hanya berbasis kertas (paper base) namun juga dikelola secara digital tanpa kertas (paperless) seiring dengan perubahan serta kemajuan Ilmu dan Teknologi (IPTEK) dalam menghadapi berbagai tuntutan kebutuhan bagi dosen dan mahasiswa. Hal ini diharapkan akan memudahkan mahasiswa dalam mendapatkan layanan dari dosen Poltekkes dalam bentuk yang lebih menarik, lebih interaktif, lebih inovatif dan uptodate. Seiring dengan  hal tersebut maka pada tanggal 2-4 Desember 2013 ini dilaksanakan kegiatan pelatihan e-learning dan SIA di Poltekkes kemneks Mataram. Kegiatan dipusatkan di aula lantai II Direktorat dan diikuti oleh 20 orang peserta baik dari ke empat jurusan yang ada maupun dari unit-unit terkait. Perincian peserta pelatihan adalah 4 orang untuk  setiap Jurusan ditambah 3 Ka Unit yaitu Unit Perpustakaan, Penjaminan Mutu, Laboratorium  dan 1 orang wakil dari Subag ADAK Baca Lanjutannya…

Oleh: ilowirawan | Maret 20, 2013

TOT Riskesdas 2013

H aripMenjelang dilaksanakannya kegiatan pengumpulan data pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 maka mulai tanggal 19-28 Maret 2013 ini saya mengikuti kegiatan Workshop Training of Trainer (TOT). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat Humaniora, Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Balitbangkes RI ini digelar di Hotel Oval jalan Diponegoro 23 Surabaya. Kegiatan yang merupakan Gabungan dari Prvinsi di wilayah Korwil III diikuti oleh 7 Provinsi yaitu Papua, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Bali, NTB, Sumatera Barat dan Jawa Timur. Baca Lanjutannya…

Oleh: ilowirawan | November 4, 2012

Kunjungan ke Tanjungsari dan Bandung

Salah satu kegiatan short course yang saat ini aku ikuti di SEAMEO Recfon adalah kunjungan lapangan (field study) di Kecamatan Tanjungsari, Sumedang Jabar. Hari Sabtu 3 November 2012 kemarin kamipun menuju lokasi tersebut dan berangkat dari Jakarta pukul 06.00 WITA menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam. Setiba di lokasi yang berdekatan dengan Kampus STPDN tersebut kami dibagi menjadi 3 kelompok secara acak dan diberikan questioner untuk responden yang hendak ditemui. Baca Lanjutannya…

Oleh: ilowirawan | Oktober 30, 2012

Short course di SEAMEO Recfon

Tanggal 29 Oktober 2012 hingga 12 November 2012 ini saya mengikuti kursus singkat (Short course) Regional ASEAN yang diselenggarakan oleh SEAMEO Recfon Universitas Indonesia. Kegiatan yang diselenggarakan oleh kerjasama Negara-negara ASEAN dengan FK UI ini saya ikuti di sela-sela kesibukan di kantor apalagi di akhir tahun anggaran di mana beberapa kegiatan menumpuk  di satu waktu. Tapi OK lah setelah mendapatkan rekomendasi dari kajur Gizi (Irianto, SKM, M.Kes) maka segera saya urus surat Tugas dari Direktur sebagai dasar dibolehkannya saya mengikuti kegiatan ini. Berbekal surat tugas dan kemampuan bahasa Inggris yang minim saya memberanikan diri berangkat dan ditambah sedikit nekat (asli Jatim è Bonek) sampailah saya di kampus FKUI Salemba Raya.

Baca Lanjutannya…

Oleh: ilowirawan | Oktober 22, 2012

Pertemuan Diseminasi Data

Hari ini Senin tanggal 22 Okttober 2012 sampai dengan 23 Oktober 2012 saya mendapat ugas untuk mengikuti kegiatan diseminasi data SDM Kesehatan Tingkat Nasional di Jakarta. Acara yang digelar di Hotel “Amos Cozy” di daerah Melawai ini mengagendakan acara finalisasi data hasil kegiatan asistensi di daerah yang telah dilaksanakan oleh tim asistensi.

 Pembukaan acara dilakukan oleh Pak Sidin Haryanto, SKM, M.Pd. sebagai Kabag Program dan Informasi Badan PPSDM Kesehatan mewakili Sekretaris Badan yang berhalangan hadir di mana saat bersamaan mendampingi Ibu Menteri ke NTT. Beberapa kebijakan disampaikan oleh pemakalah dari Badan PPSDM Kesehatan terutama tentang evaluasi kegiatan pengelolaan dan asistensi data yang baru saja dilaksanakan serta strategi pengelolaan data di tahun-tahun mendatang. Tampak hadir pula DR. dr Hapsoro Habib Rahmat sebagai konsultan senior Kemenkes Bidang Sitem Informasi.

 Pertemuan yang berlangsung 3 hari ini diharapkan mampu menghasilkan output data sebagai bahan pembuatan dokumen deskripsi (profil) Kemenkes 2012. Output yang lain adalah tersedianya data agregat dan data existing bagi Dinas Kesehatan Provinsi dan Kab/Kota mengenai jumlah jenis dan sebaran berdasarkan lokasi tenaga kesehatan yang bersangkutan.

Oleh: ilowirawan | Oktober 10, 2012

Kegiatan Asistensi di Kota dan Kab Bima (III habis)

Perjalanan kali ketiga di Pulau Sumbawa masih dalam rangkaian kegiatan asistensi pengelolaan data  Badan PPSDMK saya menuju kabupaten paling timur Provinsi NTB tepatnya di kabupaten Bima sekaligus Kota Bima. Di Kabupaten dengan moto “Ngaha Aina Ngoho” tersebut sebenarnya tidak banyak yang bisa diceritakan. Tapi OK lah agar perjalanan saya selama kegiatan asistensi dapat terdokumenasikan maka saya coba tulis di sini….  Beberapa data yang ada di Dinkes Kota Bima segera saya dapat selesaikan di tempat, karena jumlah puskesmas yang sedikit tepatnya hanya sebanyak 5 buah. Walaupun pada saat pelaksanaan kegiatan terjadi mutasi di mana Kasubag Kepegawaian Syarifuddin, S.Sos, MPH diganti, namun karena staf pengelola data (Umi Nurhasanah, A.Md TEM) cukup cekatan dan rajin (menurut penilaian saya…) maka tak berselang lama data DUK Puskesmas, Dinkes dan Data agregat segera bisa saya bawa pulang. Proses upload data di ineternetpun tidak ada masalah. Baca Lanjutannya…

Older Posts »

Kategori