Oleh: ilowirawan | September 24, 2007

GAJI ABU BAKAR RA

uangAbu Bakar RA adalah sahabat Nabi SAW yang paling dekat. Dia adalah pedagang kain dan melewati hari-harinya dengan bisnis itu. Ketika Beliau diangkat menjadi khalifah menggantikan Nabi, sebagaimana biasanya beliau pun pergi ke pasar pada pagi hari dengan membawa beberapa kain untuk dijual di sana.uang

Di tengah perjalanan beliau bertemu dengan Umar RA, Umarpun bertanya, “Hai Abu Bakar, mau ke mana engkau ?” “Ke pasar” jawab Abu Bakar.

Umar berkata, “Apabila engkau sibuk dengan perdaganganmu, lalu bagaimana dengan urusan kekhalifahan?” Abu Bakar berkata, “ Kalau demikian bagaimana saya menafkahi anak dan isteriku?”

Umarpun berkata lagi “Mari kita menemui Abu Ubaidah yang diberi oleh rasulullah SAW gelar Aminulummah (Orang kepercayaan umat). Dia akan menetapkan bagimu gaji dari Baitul Mal. ”Keduanyapun pergi menemui Abu Ubaidah RA. Maka Abu Ubaidah menetapkan tunjangan untuk Abu Bakar RA sebagaimana yang ditetapkan bagi setiap muhajir tanpa pengurangan dan penambahan.

Pada suatu ketika istrinya memohon kepada Abu Bakar RA “Saya ingin makan manisan” Abu Bakar berkata, “Saya tidak mempunyai uang untuk membelinya.”

Isterinya berkata lagi “Kalau setuju, saya akan menyisihkan sedikit uang dari pembelanjaan setiap hari, sehingga dalam beberapa hari uang akan terkumpul,” Maka Abu Bakar Siddiq-pun mengizinkannya.

Isterinya telah menyisihkan uang sedikit demi sedikit sehingga dalam beberapa hari uang itupun sudah terkumpul. Isterinya menyerahkan uang itu kepada Abu Bakar RA untuk dibelikan bahan-bahan untuk membuat manisan. Abu Bakar RA berkata, “Dari pengalaman ini sekarang saya tahu bahwa kita mendapatkan gaji yang berlebihan dari Baitul Mal, oleh karena itulah uang yang dikumpulkan isterinya itu dikembalikan ke Baitul Mal dan dia mengurangi gajinya untuk selanjutnya, sebanyak yang dikumpulkan oleh isterinya setiap hari. (Masyaallah……pen)

Dalam suatu riwayat ketika Beliau meninggal hanya meninggalkan satu selimut penutup badan dan dalam riwayat lain hanya sebuah permadani. Ketika barang-barang itu telah sampai pada tangan Umar RA sebagai Khalifah yang menggantikannya beliau berkata, “Semoga Allah SWT merahmati Abu Bakar. Dia telah menunjukkan jalan yang sulit diikuti oleh pengganti-penggantinya.” Bagaimana dengan kita…? (Dikutip dari Kitab Hikayatus Shahabah) ilo_wirawan@yahoo.co. id


Responses

  1. saya hanya ingin melihat dari kemuliaan dari sisi istrinya..
    bagiamana tidak sedih hati sang istri Abu bakar ra ini,ketika uang yang sudah dikumpulkannya untuk membeli/membuat manisan dg seizin suaminya malah dianggap kelebiihan yang harus dikembalikan. Itu bagus dan baik,, kebesaran hatinya merelakan uang tersebut untuk baitul mal, padahal mungkin manisan itu bukan hanya untuk keinginan sang istri tapi juga untuk yang lainnya. itulah istri yang solehah..yang mengerti bagaimana keadaan suami dg segala pemikirannya yang bijaksana (wallohu’alam)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: