Oleh: ilowirawan | Maret 15, 2008

Kapan negeri ini bebas dari korupsi……?!!

maluNegeri yang namanya Indonesia ini memang sedang berubah. Dari negeri yang kaya sumber daya alam (gemah ripah loh jinawi) menjadi negeri yang dililit utang dan bencana alam, dari negeri yang penduduknya terkenal ramah menjadi negeri yang rakyatnya dikenal banyak yang susah, dari salah satu negeri muslim yang besar dan disegani menjadi surga bagi korupsi bahkan pornografi. Sampai-sampai founding father negeri ini malu melihat bangsanya bertingkah polah yang memalukan, karena sebagian dari kita juga mungkin sudah “kehilangan urat malu”

Demokrasi dan kebebasan yang diagung-agungkan sejak era reformasi ternyata tidak banyak memberikan perbaikan nasib yang berarti, apalagi berkah kepada rakyat negeri ini. Korupsi makin menjadi-jadi. Korupsi justru kini dirancang dengan apik sejak pembuatan undang-undang. Berbagai Undang Undang seperti UU Migas, UU Sumber Daya Air, dan UU Penanaman Modal dibuat justru untuk mampu memberi “kepastian hukum” atau melindungi para konglomerat dan kapitalis asing untuk mengeruk sumber daya alam negeri kita ini. Undang-undang itu sepertinya hanya merupakan pesanan asing yang ingin menjarah negeri ini secara legal.


korupsi UU Politik dan UU Pemerintahan daerah juga dibuat sedemikian rupa sehingga ranah politik dapat dijadikan bisnis empuk dengan tingkat pengembalian modal yang tercepat di dunia. Korupsi telah dilakukan secara bersama-sama (berjamaah) di legislatif, eksekutif dan yudikatif. Korupsi terjadi sejak dari perbincangan RAPBN hingga saat pemeriksaan hasilnya. Bahkan korupsi terjadi di kalangan aparat yang dibentuk untuk mengatasi kasus korupsi itu sendiri. Salah satu kasus terbarunya adalah penyelidikan kasus BLBI yang telah merugikan negara total 431,6 triliun dan dihentikan oleh Kejaksaan Agung. Ternyata belakangan, Ketua Tim Penyelidikan Kasus BLBI Jaksa Urip Tri Gunawan (UTG) tertangkap basah oleh KPK pada 2 Maret 2008 sedang menerima suap 660 ribu dollar di rumah Syamsul Nursalim, seorang obligor besar BLBI (Jawa Pos, 3/3/2008)

bayiDampak langsung korupsi sejak dari hulu hingga hilir ini adalah terabaikannya hak-hak rakyat. Ini bukan sekedar persoalan satu atau dua oknum aparat yang tidak becus. Ini merupakan persoalan sistematis akibat diterapkannya sistem yang korup dari awalnya. Naaah……. kalo sudah begini, dari mana kita harus mulai memberantas korupsi , kalau tidak dari diri kita dan lingkungan kita? Masihkah kita berharap pada aparat ? Wahai semua anak bangsa…Jadikanlah negeri ini “bebas dari korupsi” dan bukannya “bebas korupsi” (artinya korupsi dapat bebas dilakukan sebebas-bebasnya,……koruptor seperti baayi yang menari-nari…. Naudzubillaahi mindzalik).

by ilowirawan


Responses

  1. Don’t say you are ashamed.. do something about it.
    eh minta tolong kabarin semua temen indonesia, negara kita dijelek-jelekkan sama anak2 malaysia. baca deh . aku masih sakit ati mbacanya.

    ini linknya :

    http://www.topix.com/forum/world/malaysia/TQO4IBFUICH9SQSG4/p42

  2. Jangan berputus asa sahabat, masih ada orang (bahkan jamaah/partai) yg bersih, anti korupsi/suap.
    Mari kita dukung mereka, dan jangan mendukung orang, jamaah/partai yg jelas2 track record-nya “bebas korupsi”.
    Rakyat tidak buta huruf dan hatinya. Apalagi Allah SWT! Saat perubahan sudah hampir tiba, kita doakan semoga kemenangan Pemilu lokal maupun nasional nanti merupakan kemenangan kita2, kelompok yg anti korupsi itu… Amin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: