Oleh: ilowirawan | Juli 18, 2008

Harta dan Ketenangan Jiwa …..

Teringat saya pada sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim RA “ Bukanlah kaya itu karena harta bendanya, tetapi sesungguhnya kaya itu adalah kaya jiwa”.

Ya……. banyak orang berlimpah harta tetapi hakikatnya miskin hidupnya. Bahagia tidak, tenangpun tidak. Besar kekayaannya tetapi kecil ketentraman jiwanya dan kecil pula kenikmatan hidupnya. Banyak kesenangan yang bisa dibeli tetapi sedikit kebahagiaan yang diraih. Banyak kelezatan yang dikumpulkan, tetapi lupa bahwa lezat tidak sama dengan nikmat. Berapa banyak orang yang mampu membeli makanan lezat, tetapi tidak bisa makan dengan nikmat.

Sungguh sangat berbeda antara kekayaan dengan kebahagiaan. Harta dapat mengantarkan kita pada kebaikan dan kebahagiaan jika kita menggenggamnya dengan tangan dan bukan dengan hati. Artinya, memang kekayaan ada di tangan kita, tetapi hati kita tidak disibukkan olehnya. Kita tidak gelisah memikirkan harta kita bertambah. Sebaliknya kita justru berusaha memperbaiki amal dan menyempurnakan niat. Sementara pada saat yang sama kita semakin keras bekerja. Kita lebih bersungguh-sungguh bukan karena mengejar dunia untuk kita nikmati, tetapi untuk menggenggam dunia agar bisa kita pergunakan untuk beramal shaleh. Di sinilah letak perbedaannya….

Kerja keras demi menimbun harta akan membuat kita merasa kehilangan setiap ada yang terlepas dari tangan kita, meskipun mungkin hanya sedikit saja. Sementara bertambahnya tidak membut hati kita semakin tenang. Justru sebaliknya, semakin bertambah harta, semakin gelisah rasanya hidup kita karena terus menerus dikejar angan-angan untuk mengumpulkan lebih banyak harta dan lebih banyak lagi. Padahal sangat sedikit yang bisa kita lakukan dengan harta kita itu. Kita memang bisa membeli kemewahan dengan harta yang kita punya, tetapi ia tidak serta merta dapat memberi kebahagiaan dan kedamaian jiwa.

Inilah paradoks harta dan kekayaan ketika waktu, tenaga, pikiran dan perasaan kita terus menerus tersita untuk mengejarnya. Semakin banyak kita menimbun harta semakin miskin rasanya diri kita. Semakin besar simpanan uang kita, justru cenderung semakin membuat kita tak bisa tenang. Kita semakin tak punya waktu untuk menikmati hidup dan mensyukuri nikmat Allah Taala. Naudzubillahi mindzalik. Semoga kita terhindar dari hal-hal seperti itu….. Amiiiiin. (Nasihat khsusus untuk diri penulis sendiri dan semoga bermanfaat bagi pembaca yang lain)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: