Oleh: ilowirawan | Juli 28, 2008

Bagaimana Memilih Restoran Halal ?

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka dia tidak akan duduk di tempat dimana khamr (alkohol) disajikan…”. (HR Tabrani).

Bagi kaum Muslim, sudah selayaknya kita menjaga kehalalan makanan yang masuk ke tubuh kita. Pertanyaan di atas kerap terlontar, terutama bila kita bepergian ke luar negeri. Sebetulnya, tak perlu menjadi bahan kebingungan jika sejumlah ayat dan hadits mengenai halal-haram suatu makanan dijadikan pedoman.

Selama ini, kita hanya terfokus bahwa; makanan haram adalah makanan yang berasal dari daging babi atau binatang lain yang diharamkan dalam Islam. Itu saja. Atau, bila ingin berdebat sedikit, adalah apakah binatang halal itu disembelih dengan sebelumnya dipingsankan dulu (stunned) atau tidak dan apakah penyembelihnya menyebut asma Allah atau tidak.

Padahal, Rasulullah memberikan tanpa lain yang gampang dikenali: apakah penjualnya menyediakan alkohol atau tidak? Maka artinya, bila ada bir di daftar minuman atau mirin di barisan bumbunya, maka lupakan untuk menyantap hidangan di rumah makan itu. Berikut ini petunjuk singkat memilih rumah makan seperti dilansir situs yang dikelola Gloucestershire Muslim Welfare Association (GMWA):

1 Siapa pemilik atau manajernya?
Rumah makan yang pemiliknya non-Muslim tidak bisa diandalkan untuk peduli menyediakan pangan halal. Namun bukan berarti tidak ada pemilik restoran yang bukan seorang Muslim yang peduli halal. Biasanya, mereka akan mempekerjakan manajer restoran yang Muslim dan chef Muslim. Atau, Anda bisa menanyakan langsung pada manajernya, Apakah makanan yang disajikan halal atau tidak?

Restoran yang profesional akan mengapresiasi pertanyaan Anda dengan jawaban yang benar. Anda juga bisa melihat di situs otoritas Muslim setempat untuk melihat restoran mana saja yang halal di kota yang akan Anda kunjungi.

2. Adakah kemungkinan kontaminasi ?
Allah menggariskan bahwa seorang Muslim harus mengkonsumsi makanan yang halal dan thayyib, atau bersih dan bebas kontaminasi. Makanan yang halal, namun digoreng bersama-sama dengan makanan non-halal, maka makanan itu akan menjadi haram.

Karena itu, sebaiknya diperiksalah daftar menu apakah ada menu-menu yang disajikan berasal dari bahan non-halal. Bila ada, maka tak ada jaminan bahwa mereka memasak di dapur terpisah atau menggunakan peralatan yang juga terpisah.

Kru Gloucestershire Muslim Welfare Association (GMWA) pernah menanyakan di sebuah restoran siap saji, apakah peralatan masak untuk menu vegetarian dan non-vegetarian dipisah ? Jawabannya sudah cukup untuk menyimpulkan apakah makanan halal dan non-halal juga dipisah, Kami bekerja dengan ketepatan waktu, jadi tak ada waktu untuk mensterilkan peralatan, dan dapur kami juga tidak seberapa luas.

Jadi, jangan hanya terpaku pada bahwa restoran tersebut menyediakan menu halal atau vegetarian saja. Namun juga amati daftar menunya, apakah ada pork, bacon, dan sejenisnya tercantum di sana.

3. Apakah menyediakan alkohol?
Bila menyediakan alkohol, kita kembali ke hadits di atas. Urungkan makan di situ.Sebetulnya, di banyak kota besar, mencari makanan halal semakin gampang. GMWA mencontohkan London, dimana beberapa restoran mencantumkan tulisan alcohol is not served di daftar menunya. Ya, ini satu pertanda bagus tentu saja. Langkah selanjutnya adalah kembali ke poin (1) dan (2) di atas !

Demikian beberapa langkah praktis yang dapat kita lakukan agar kita terhindar dari makanan syubhat apalagi haram. Mudah kan…?


Responses

  1. saya suka dgn apa yg ada pd web ini.mau nambahin jg..boleh dongz…

    emang makanan halal sgt penting karena makanan kan yg membentuk hati kita.tapi selain halal dan baik ada satu perkara yg dilupakan orang yaitu berkat…Berkat menurut bahasa arab artinya kan bertambah….nah makanan yg berkat ini dpt memudahkan lg orang yg memakan makanan seumpama ini membuat perbaikan pada dirinya.

    makanan yg berkat ini bergantung pada sejauh mana orang yg memproses makanan pada rumah makan tsb menjaga hubungannya dengan tuhan….Wallahu a’lam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: