Oleh: ilowirawan | Oktober 18, 2008

Amalan Setelah ramadhan

Sungguh suatu kebanggaan, kita bisa melaksanakan ibadah yang mulia ini. Janji yang pasti diperoleh oleh orang yang berpuasa sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Bukhari jika dia menjalankan puasa dengan dasar iman kepada Allah dan mengharapkan ganjarannya maka akan diampuni segala dosanya yang telah lalu.

Setelah kita melalui bulan Ramadhan, tentu saja kita masih perlu untuk beramal sebagai bekal kita nanti seblum dijemput oleh Malaikal-Maut. Pada tulisan kali ini kami akan sedikit mengulas mengenai seberapa amalan yangs sebaiknya dilakukan seorang muslim setelah menunaikan puasa Ramadhan.

Jaga Shalat 5 waktu dan shalat berjamaah

Bulan ramadhan sungguh sangat berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Orang yang dulu malas ke masjid atau sering bolong mengerjakan shalat lima waktu, di bulan Ramadhan begitu terlihat bersemangat melaksanakan amalan shalat ini. Namun amalan shalat ini hendaklah tidak ditinggalkan begitu saja. Kalau memang di bulan Ramadhan, kita rutin menjaga shalat lima waktu maka hendaklah amalan tersebut tetap dijaga di luar Ramadhan, begitu pula dengan shalat berjama’ah di masjid khusus untuk kaum pria.

Namun yang sangat disayangkan, amalan shalat ini sering dilalaikan oleh sebagian kaum muslimin. Bahkan mulai pada hari raya “Ied saja, sebagian orang sudah mulai meninggalkan shalat karena sibuk bersilaturrahmi atau ber-rekreasi. Begitu juga seringkali kita lihat sebagian saudara kita yang memiliki kebiasaan bangun kesiangan, dia meninggalkan Shalat Shubuh begitu saja. Padahal Shalat Shubuh inilah yang paling berat dikerjakan oleh orang munafik sebagaimana sabda Nabi SAW “ Tidak ada shalat yang paling berat dilakukan oleh orang munafik kecuali Shalat Shubuh dan Shalat Isya’. Seandainya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya malaupun sambil merangkak”. (HR. Bukhari Muslim)

Perbanyak Puasa Sunnah

Selain kita melakukan puasa wajib di Bulan Ramadhan, hendaklah kita menyempurnakannya pula dengan melakukan amalan puasa sunnah, seperti puasa Syawal, Senin-Kamis, puasa di Bulan Muharram dan sebagainya. Dia akan mendapatkan kecintaan Allah , lalu Allah akan memberi petunjuk pada pendengaran, penglihatan , tangan dan kakinya. Allah juga akan memberikan orang seperti ini keutamaan dengan mustajabnya doa. Namun bagi yang masih memiliki hutang puasa, lebih baik baginya untuk membayar hutang puasanya terlebih dahulu sebelum melakukan puasa Syawal. Karena tentu saja perkara yang wajib haruslah lebih diutamakan dari pada perkara yang sunnah. Jadi apabila puasa Ramadhannya belum sempurna karena masih ada tanggungan, maka hutang puasanya tersebut mesti ditunaikan terlebih dahulu agar mendapatkan pahala semisal puasa setahun penuh. Apabila seseorang menunaikan puasa Syawal terlebih dahulu dan masih ada tanggungan puasa, maka puasanya dianggap puasa sunnah Muthlaq (puasa sunnah biasa).

Menjaga Shalat Malam

Inilah penyakit yang diderita kaum muslimin setelah Ramadhan. Ketika Ramadhan masjid terlihat penuh pada saat Qiyamul Lail. Namun coba kita saksikan setelah Ramadhan, amalan shalat malam ini seakan-akan hilang begitu saja. Orang-orang lebih senang tidur nyenyak di malam hari hingga shubuh atau pagi tiba, dibanding bangun untuk mengambil air wudhu dan mengerjakan shalat malam. Orang yang bangun di malam hari kemudian berwudhu dan melakukan shalat malam, dia akan bersemangat di pagi harinya sebagaimana sabda Nabi SAW. “ Setan membuat tiga ikatan di tengkuk, salah seorang dari kalian ketika tidur. Di setiap ikatan setan akan mengatakan , “MALAM MASIH PANJANG, TIDURLAH!”. Jika ia bangun lalu berdzikir pada Allah, lepaslah satu ikatan. Kemudian jika ia berwudhu, lepas lagi satu ikatan. Kemudian jika ia mengerjakan shalat, lepaslah ikatan terakhir. Di pagi hari ia akan bersemangat dan bergembira. Jika tidak melakukan seperti ini, dia tidak ceria dan menjadi malas” (HR Bukhari Muslim)

Amalan kontinyu lebih dicintai Allah

Kalau memang kita gemar melakukan shalat malam atau amalan sunnah yang lainnya, maka hendaklah amalan-amalan tersebut tetap dijaga, kalau biasa mengerjakan shalat malam 3 raka’at dan dilakukan terus menerus (walaupun jumlah raka’at yang dikerjakan sedikit), maka itu lebih baik daripada tidak shalat malam sama sekali. Ingatlah bahwa rajin ibadah bukanlah hanya di Bulan Ramadhan saja. Sabda Nabi SAW “….…. amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinyu (ajeg) walaupun sedikit”. (HR. Abu Dawud, An Nasa’i, Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah).

Demikian pembahasan seputar amalan yang sebaiknya dilakukan setelah Ramadhan, semoga kita termasuk orang yangs selalu mendapat taufiq Allah dan dimudahkan untuk istiqomah dalam agama ini.

sumber : http://www.muslim.or.id


Responses

  1. Maaf kalau ini memang benar tulisan kami yang telah diringkas. Harap tetap menyertakan sumbernya dari muslim.or.id demi menjaga amanah ilmiah.

    Ya memang benar ini memang saya mengambil dari situs tersebut. Mohon maaf dan terima kasih kritikannya. Ilmu kan harus dibagi bagi yaaaaaa..

  2. Maaf kalau ini memang benar tulisan kami yang telah diringkas. Harap tetap menyertakan sumbernya dari http://www.muslim.or.id demi menjaga amanah ilmiah.

    Muhammad Abduh Tuasikal [Abu Rumaysho]

    Ya terima kasih. Sudah saya cantumkan sumbernya. … Terim kasih masukannya. SW


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: