Oleh: ilowirawan | November 17, 2011

Uniknya Pulau Bungin…

bunginDi sela-sela padatnya jadwal kegiatan tim asistensi di Pulau Lombok saya mendapatkan tugas supervisi dan pendampingan/bimbingan mahasiswa di Alas Sumbawa, tepatnya di Desa Juran Alas. Ya…. memang saat ini dari tanggal 14-19 November 2011 mahasiswa Semester V Jurusan Gizi Poltekkes Mataram sedang berada di Wilayah Kecamatan Alas untuk mengumpulkan data dasar yang merupakan salah satu syarat dalam mengikuti mata Kuliah Penyuluhan Program Gizi (PPG).

 Pulau Bungin Supervisi dilakukan oleh 2 orang dosen untuk setiap desa dan khusus Desa Juran Alas pembimbing yang diunjuk adalah saya dan Ibu Yuli Laraeni. Tanggal 17 November 2011 ini saya bersama rombongan dari pembimbing desa lain (P Gde, Reni, Ian dan Herta) meluncur ke TKP (Tempat Kegiatan Praktek.. pinjam istilahnya Parto OVJ hee..hee) dan berangkat pukul 11.00 WITA siang. Sesampai di Alas, lokasi pertama yang dituju adalah Pulau Bungin, di mana Bu Reni menjadi pembimbing mahasiswa di situ. Sementara pembimbing lain karena satu rombongan “terpaksa dengan senang hati” ikut menuju Pulau yang cukup terkenal seantero NTB ini. Yupzz…. benar sekali pulau unik yang luasnya tak lebih dari 8 Ha dihuni oleh 3.000 orang, 4.000 ekor kambing dan 1.000 ekor ayam. Pulau yang semula konon hanya 2 Ha itu akan terus berkembang seiring dengan jumlah populasi di situ. Salah satu syarat seseorang yang nikah dan tinggal di situ haruslah mampu menyediakan rumah yang tentu saja karena lahan terbatas maka harus menimbun tanah untuk dapat ddirikan rumah. Itulah yang menyebabkan pulau ini selalu tumbuh dan berkembang makin lebar, kayak makhluk hidup aja.

Hal unik lain pulau yang tidak ada pohon dan tanaman lain itu “memaksa” kambing yang jadi penghuni terbanyak pulau ini untuk makan dari apa yang ada di situ. Sangat lazim ditemui kambing makan kertas dan makanan yang rada-rada aneh bagi sebagian kambing kebanyakan seperti teri yang dijemur, dan makanan manusia lainnya. Saya sempat melihat betapa nikmatnya hewan ternak berjenggot tersebut menyantap bungkus rokok yang dibuang seseorang di pinggir jalan. Bagi mahasiswa Jurusan Gizi  mungkin nanti mereka akan melakukan penyuluhan tentang penganekaragaman menu eh …ternyata kambing di sini tahu lebih dulu untuk urusan penganekaragaman makanan ini. Kambing di sini ngerti gizi juga ya….Benar-benar pulau yang unik ….. ckkk..cckkkk.. Video  “Kambing Makan kertas” ini adalah satu dari beberapa oleh-oleh dari P Bungin yang sempat saya rekam saat baru tiba di sana bersama teman teman dosen Pembimbing Desa..


Responses

  1. waaahhh asiiiikkk udh ke pulau bungin,,,
    saya desa ttangga ajja blom pernah pak,, hehe
    jadi pengen pergi,,,

  2. haha,.. nampang gila,.! yg paling unik adlh ketika sbagian gadis desa kedatangan tamu apalgi kalangan berpendidikan,.. wieh,..gak kalah buas sma kambing menyantap kertas, jemuran, sendal dll,.. rugi klo gak prnh tau ntu,.. balik lg jum,..!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: