Oleh: ilowirawan | Desember 27, 2011

a Wonderfull Journey@ Bali

DSCN8080

@ Kintamani with "Garry"

Mengisi waktu libur Natal 2011 kemarin dan awal liburan bagi anak-anak sekolah, aku bersama rombongnya (eh bakso kale… rombongan) pergi berlibur dan menyalurkan “bakat” jalan-jalan di Bali. Peserta jijong (bahasa alaynya anakku…) ato aku sebut sebagai a wonderfull journey karena lokasinya  yang emang exsotic ‘n very amazing adalah aku, Istri tercinta dan anakku Selda ma Dafa. Yupzz… nggak salah lagi “Bali is wonderfull island” dengam berjuta pesonanya. Aku berangkat Sabtu malam 24 Desember 2011 biasaaaa….dengan ditemani  DR 1000 KK-ku yang kalo aku lihat-lihat mirip kayak Garry… Tahu nggak lu siapa tu Garry.. Itu loooo.. peliharaan kesayangannya Spongebob si celana kotak (Squarepants). Makhluk berjenis molusca (siput) dengan dua mata menjulur… heeee…heee..  Spongebob emang amat menyayangi Gary sebagaimana aku juga menyayangi “Garry” ku…

 OK singkat cerita lokasi pertama abis mendarat di Padangbay (kayak pesawat aja…) adalah Kintamani. Sebuah tempat dengan danau dengan sebutan Danau Batur yang kalo di Lombok artinya “teman” dan kalo di Jawa artinya “Pembantu”. Tapi iini sih nggak ada hubungannya ma kedua istilah tersebut…..kok jadi ngelantur.  Mau tanya indahnya… wuiihhhh…pokoknya It’s one of wonderfull place at Bali. Udara sejuk langsung menyapa di sekliling danau yang merupakan caldera yaitu patahan puncak gunung Batur yang dulu konon meletus dan lavanya membentuk hamparan batu batuan yang membeku, sehingga sampai dengan saat ini tidak bisa ditanami pepohonan. Cuma alang-alang dan semak aja yang mampu bertahan hidup..

tirta empul

Di "Tirta Empul" Tampaksiring

Lokasi selanjutnya adalah kawasan wisata “Tirta Empul” di Tampaksiring yang merupakan lokasi bagi Umat Hindu melakukan sembahyangan. Di tempat yang sejuk dan rindang ini berdiri megah pula istana Tampaksiring yang tersohor di masanya, yaitu zaman era Presiden Soekarno. Sayangnya kami tak boleh lihat dari dekat..Sementara aktifitas anak-anakku di sini  cukup memberi makan berbagai makan ikan yang emang sengaja  dipelihara di sini, dengan uang cukup Rp. 2.000 saja sebagai pengganti makanan ikan. Setelah check in di salah satu hotel di kawasan Jalan Diponegoro Denpasar sore dan malam harinya kami cukup jalan-jalan di seputar kota dengan  mengunjungi mall yang ada. Ini yang paling disukai anak-anak walaupun bapaknya…suka juga..heee..heeee apalagi ibunya…

Kuta Bali

Di Kuta Bali

Esok paginya kami meluncur menuju Pantai Kuta yang terkenal seantero dunia… Walaupun bagi kami pantai kayak gitu di Lombok juga banyak..tapi ada kesan beda karena nuansa western-nya begitu terasa dengan menjamurnya kafe dan tempat dugem di kiri kanan jalan. Kesan yang mendalam yang aku rasakan adalah pantainya amat bersih karena petugas dari Dinas Pariwisata setempat  mengkoordinir pedagang asongan bersama-sama membersihkan pantai pada pagi harinya… Hebatnya mereka begitu patuh pada petugas yang mengarahkan daerah mana yang mesti dibersihkan…. Kayaknya yang kayak gini pantes n cocok banget diterapin di Lombok yaaa…..Biar Lombok juga seindah bali terutama dalam hal kebersihan pantainya….(Kali aja ada orang Dinas Pariwisata NTB yang “tersesat” di blog ini trus mau menirunya Ok kaaaannnnn…)

Uluwatu

Di Uluwatu bersama copet yang kukutuk jadi monyet

 Hari kedua di Bali tempat yang jadi tujuan kami adalah Pura Uluwatu. Sebuah tempat di bagian selatan Bali berhadapan dengan laut lepas. Eh… di sini kita bisa melihat curamnya tebing yang tergerus ganasnya Laut Hindia sehingga tampak vertical dengan kemiringan hampir 90 derajat. Di sini terdapat pula pura yang kalo kita masuk musti pakai selembar kain ungu yang telah disediakan oleh petugas (biasanya bagi wisatawan yang pake celana pendek) ato selendang kecil berwarna kuning bagi yang pake celana panjang sebagaimana yang kami pakai saat itu. Sempat terjadi insiden kecil saat monyet yang cukup besar merebut minuman isotonic “Mizone” yang aku bawa, padahal udah diperingatin ‘ma petuga kalo nggak boleh bawa makanan ato minuman… ya udahlah … Mau aku sumpahin jadi monyet udah keburu jadi monyet duluan…Dasar. Bahkan ada wisatawan dari Lamongan yang direbut kacamatanya….tragis coy..

Pecatu

Di Pecatu Indah Resort

 Perjalanan dilanjutkan menuju Pecatu Indah Resort. Sebuah kawasan perbukitan tandus di daerah Pecatu yang disulap jadi kawasan elite dan dibeli oleh Keluarga Cendana dan sekarang jadi favorit bagi para artis untuk melangusngkan pernikahan…  Di sini tersedia hotel dengan sejumlah kamar bagi tamu-tamu yang menginap, beberapa lahan untuk area golf, permainan anak yang dilengkapi water boom dan sebagainya. Baiknya pihak pengelola mengizinkan pengunjung untuk sekedar datang melihat lihat kawasan tersebut tanpa dipungut biaya… Ditambah petugas/satpam yang ramah dan jauh dari kesan angker atau galak…

GWK

Di GWK

 Melewati jalan yang sama kami sempat mampir di Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang menjadi icon baru bagi dunia pariwisata Bali. Patung raksasa karya Nyoman Nuarta (kalo nggak salah…) yang merupakan dosen di ITB Bandung merupakan satu dari karya hebat putra Bali sendiri. Patung monumental yang rencananya akan didirikan dengan posisi Dewa Wisnu yang sedang duduk di atas Garuda merupakan bangunan tertinggi di Indonesia bahkan akan mengalahkan Patung Liberty di AS. Sayangnya masih rencana trus kapan realisasinya….?????

 Sisa hari berikutnya hanya abis untuk jijong di seputaran Denpasar yaitu Joger, Matahari, dan nggak lupa pasar Sukawati yang menjadi favorit bagi setiap wisatawan yang ke Bali…Dengan modal sedikit plus keahlian menawar…kita dapat barang yang murah meriah yang barangkali tidak ada di daerah kita masing-masing…. OK yaaa… Sekian dulu ceritanya….


Responses

  1. […] a Wonderfull Journey […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: