Oleh: ilowirawan | April 8, 2014

Pembinaan RIK 2014

herman

Bersama Prof Herman

Dengan diterimanya sebagai peserta yang lolos seleksipada Riset Intervensi Kesehatan 2014 (RIK 2014) maka pada tanggal 1 – 4 April 2014 kemarin saya diundang untuk mempresentasikan hasil proposal Penelitian yang berjudul “KEBERLANJUTAN PEMBERIAN MAKANAN TRADISIONAL OPAK-OPAK DENGAN PENGAYAAN IKAN EKOR KUNING DAN DAUN KELOR SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SELINGAN BERGIZI UNTUK IBU HAMIL KEK DI KABUPATEN LOMBOK UTARA, NTB (TAHAP 1)”. Judul ini merupakan hasil seleksi yang telah dilakukan oleh tim pakar sebanyak 8 orang profesor dari berbagai perguruan tinggi dan dari Litbang Kemenkes RI.

Berdasarkan penilaian para pakar sebagai reviewer dari 144 (143 proposal yang masuk dan 1 terlambat) tahap seleksi I terpilih sebanyak 48 judul dan 95 di antaranya gugur karena bukan penelitian intervensional. Selanjutnya dari 48 judul yang masuk seleksi tahap II 18 judul di antaranya gugur karena walaupun ada intervensi namun intervensi yang dilakukan tidak berdasarkan budaya lokal dan hanya 30 yang terpilih tahap ke selanjutnya. Pada seleksi tahap III terdapat 17 judul yang tidak lolos karena kelayakannya dan hanya menyisakan 13 judul proposal (Silakan klik di sini) yang mengikuti kegiatan pembinaan oleh tim pakar di Hotel Savana Malang.

savanaMenurut Kepala Pusat Humaniora Kebijakan Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (drg. Agus Suprapto, M.Kes) dalam kata sambutan pada saat pembukaan acara, Penelitian yang diprioritaskan adalah survai yang evidance based (berdasarkan masalah yang timbul) dan bukannya political based (berbasis politik) dan direncanakan tahun 2015 masih akan dialokasikan di DIPA Pusat HKKPM.

Pembinaan proposal yang diadakan di Hotel Savana Malang tersebut berlangsung selama 4 harimulai tanggal 1-4 April 2014. Kegiatan di hotel yang terletak di Jalan Letjen Sutoyo 32-34 Malang tersebut dihadiri oleh sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu sesuai topic dan bidang kajian dari masing-masing peneliti di antaranya Prof. DR Wasis Budiarto dan Prof. DR Agus Suwandono dari Balitbangkes Kemenkes, Prof. DR. dr Rika Subarniati T dan Prof DR. L Dyson dari Unair Surabaya, Prof. DR Anom Kumbara, MA dari Universitas Udayana, Prof. dr. Emylia Tjitra, Ph.D Prof. DR Herman Sudiman dan beberapa pakar lain di bidangnya. Tampak hadir pula Ka. Pusat Humaniora KKPM dan jajarannya serta peneliti pengusul sejumlah 13 orang yanglolos pada seleksi sebelumnya.

Hotel-Savana-MalangUntuk mempersingkat waktu pembinaan, bidang kajian dibagi menjadi 2 di 2kelas yang berbeda yaitu kelas Gizi (6 judul) dan kelas KIA (7 judul). Sesuai jadwal yang telah disusun oleh panitia Proposal saya mendapatkan giliran maju untuk pertama kali di hari pertama pada malam hari 1 April 2014. Selanjutnya diikuti peneliti yang lain di keesokan harinya. Tidak kurang dari 40 masukan atau pertanyaan dari para pakar dan narasumbersaat slide presentasi saya paparkan yang menghabiskan sekitar 2,5 jam tersebut. Rasa-rasanya lebih berat dari ujian thesis saat kuliah dulu, rasanya sesuatu banget …..sulit untuk dikatakan, lebih sulit lagi kalau dikerjakan heee..hee. Tapi yaaa…memang harus begitu demi penyempurnaan proposal yang sebentar lagi akan menjadi protokol penelitian. Berdasarkan hasil kajian dan sidang dewan pakar terdapat 1 judul proposal lagi yang tidak lolos babak terakhir dan tidak dapat dibiayai yaitu tentang “Budaya Kirag” (Peneliti Diah Yuhandini Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya), sehingga protokol yang dapat dibiayai oleh balitbang pada akhirnya hanya sebanyak 12 judul saja.  Biaya yang disediakan untuk setiap protokol yang telah disusun maksimal adalah sampai dengan Rp 150 Juta

Di hari kedua selanjutnya dipaparkanlah proposal dari peneliti yang lain dan mulai di hari ke 2 tersebut dilakukan kerja mandiri berupa revisi hasil diskusi. Para peneliti memperbaiki proposal masing-masing berdasarkan saran dan masukan dari tim pakar sampai mendapatkan tanda tangan reviewer sebanyak 2 orang. Tanda tangan tersebut merupakan syarat untuk pengajuan untuk mendapatkan “ethical clearance” dari Komite Etik yang diketuai Prof.Emilia Tjitra. Setelah 2 hari saya perbaiki akhirnya 2 orang reviewer saya (Prof. Herman dan Prof. Wasis) bersedia membubuhkan tanda tangan di protokol saya.

Output dari kegiatan pembinaan penelitian RIK 2014 ini adalah protokol yang telah disetujui reviewer dan harus segera diajukan kepada Komite Etik agar segera memperoleh “ethical clearance” sebagai syarat dimulainya suatu penelitian mengingat subyek berupa manusia yang diberikan intervensi  (perlakuan).  Mudah-mudahan dalam tempo tidak lebih dari 2 minggu ini surat yang sungguh dinanti-nanti oleh para peneliti  dapat segera didapatkan. Amiinn…


Responses

  1. pak saya mahasiswa prodi gizi semeter 2

  2. saya mahasiswa bapak dwi novianti prodi gizi d4 semester 2


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: